Pertanyaan di Benak Lyra

Posted: under Karya asli nih!.

Lyra menatap langit senja yang kuning menawan, bertanya-tanya dalam hati tentang arti dari keberadaannya di dunia ini. Lyra menghembuskan nafas, lalu kembali masuk ke dalam gubuk mungilnya, menghentikan sejenak perenungannya. Ia membuat segelas teh manis hangat untuk ibunya tercinta. Ibunya sebentar lagi akan pulang dari kerjanya, beliau pasti akan sangat lelah. Ditaruhnya teh manis itu di meja di depan sebuah bangku kusam, bangku bersantai khusus ibunya. Ia agak tersentak begitu mendengar suara pintu di buka.

“Gue pulang, mana teh gue?” Ibunya merangsek masuk, terlihat sempoyongan dan sangat lelah. Baju seksinya tak dapat menyembunyikan umurnya yang makin menua. Ketika melihat segelas teh, wanita paruh baya itu langsung menyeruputnya tak sabar.

“Bu, ajarin Wika bikin cerita!” Gadis kecil itu menghampiri ibunya dan menyodorkan sebuah buku tulis. Ialah adik Lyra satu-satunya, kini masih SD di sekolah gratis.

“Noh sama kakaklu aja!” Dengan malas ibunya mengoper tugas ke Lyra.

Lyra dengan pesimis menatap buku tulis itu. Terlihat sebait tulisan yang begitu rapi, pasti guru Wika yang menulisnya. Namun di pandangan Lyra tulisan itu teracak-acak, tak terdefinisi artinya. Ia tahu mana a, b hingga z, tapi jika huruf-huruf itu sudah berbaris, berderet membentuk kata atau kalimat, otaknya tak dapat merepresentasikan maknanya. Lyra menggeleng lemas.

“Ah bego lu!” Ibunya menoyor kepala Lyra dengan kesal. “Buat apa lu susah-susah gue gedein! Lu bukannya banggain gue malah jadi aib! Lagian susah banget sih lu gue gugurin dulu! Sekarang buat apa lu hidup?” Wanita berpakaian seksi itu terus menghujat Lyra. Kata-kata itu memberi sabetan di hati Lyra, membuat air matanya mengalir. “Dasar anak bego! Bingung gue, kenapa gue harus punya anak kayak loe!”

Malam mengambil alih langit, menguasainya dengan berjuta bintang memaku. Nyanyian jangkrik sahut menyahut bergema, terdengar hingga ke dalam gubuk mungil Lyra. Saat semua sudah terlelap tidur, ia masih menangis, teringat kenangan buruknya di masa lalu. Saat ia dikucilkan di SD karena tak pernah mampu menulis dan membaca. Saat ibunya dengan penuh rasa malu menghadiri panggilan gurunya karena kelainannya itu. Saat akhirnya ibunya merasa tak ada gunanya menyekolahkannya.

Lyra menyibak selimutnya, sebelum ditinggalkannya ranjang kumalnya, ia melirik dan mencium kening ibunya yang tidur di sebelahnya penuh kasih. Ia keluar untuk memandang bintang, berharap dapat menenangkan hatinya.

Hatinya memang sakit mendengar cacian ibunya setiap hari. Tapi demi Tuhan, bukan itu yang Lyra permasalahkan. Ia justru merasa bersalah pada ibunya, menyesali diri yang terlanjur terlahir bodoh dan mengecewakan ibunya. Seandainya bisa, ia ingin membuat ibunya tersenyum bangga terhadapnya, membuktikan bahwa usaha ibunya membesarkannya tidak sia-sia. Sekarang yang terjadi sebaliknya, ibunya malah tampak menyesal melahirkannya. Sekarang pertanyaan itu kembali muncul di benaknya, mengapa ia terlahir kedunia? Mengapa Tuhan tak membiarkannya mati ketika ibunya berusaha menggugurkannya?

Surya begitu terik menyorot bumi, tubuh kecil Wika berlari semangat menuju gubuknya. Di tangannya terlihat buku tulis usang yang diperlihatkan kemarin. Begitu melihat ibu dan kakaknya di rumah, ia langsung memperlihatkan sebuah halaman kepada keduanya.

“Bu, kak, aku dapet nilai sepuluh! Kata bu guru ceritaku paling bagus!” Pamer Wika bangga.

Ibunya yang awalnya asyik masyuk memoles muka, segera mengamati buku itu. “Anak ibu emang pinter!” Spontan Ibu memeluk Wika penuh kasih dan rasa bangga yang membuncah. “Wika nanti gedenya pasti jadi orang sukses! Wika pasti bisa banggain ibu, ngerubah hidup kita jadi lebih enak! Ya kan Wika? Wika kan pinter!” Wanita paruh baya itu memotivasi dengan optimis. “Nggak kayak kakaklu!” Lalu ibu melirik sinis Lyra. “Minta ajarin noh dari adiklu!” Sindirnya tajam.

Ibunya kembali menatap Wika penuh sayang. “Wika, ibu berangkat manggung dulu ya! Nanti pas pulang dangdutan, ibu janji deh bawain bakpau kesukaan Wika!” Janji ibunya itu membuat Wika kecil sumringah dan girang tak terkira.

Lyra yang dari awal sudah merasa iri dengan pelukan kasih ibunya terhadap adiknya, makin tersakiti. Ia tidak pernah dipeluk mesra, dianggap berharga dan dibangga-banggakan seperti adiknya. Ia bahkan tidak pernah dijanjikan hadiah berupa makanan kesukaannya seperti yang ibunya janjikan pada Wika. Ia selalu dipersalahkan. Lalu kembali pertanyaan itu muncul di benaknya. Mengapa Tuhan membiarkannya hidup hingga kini? Apa tujuannya ia dibiarkan hidup di dunia?

Lyra menikmati hembusan angin pagi, duduk menunggu seseorang di rerumputan hijau, dinaungi oleh gumulan awan tebal gemuk diatasnya.

“Kamu sudah disini?” Seorang pemuda mendekatinya, umurnya tidak jauh berbeda dari Lyra.

“Aku nggak sabar ngelanjutin pelajaran yang kemarin!” Lyra menoleh dan gembira menyadari pemuda itu membawa barang-barang yang disukainya. Kanvas berukuran sedang, seperangkat cat minyak, kuas, dan lain-lain.

“Kamu memang berbakat! Tapi yang lebih mengagumkan, kamu bersemangat, itu lebih penting!” Pemuda itu memasang tatakan kanvas dan tempat duduk lipat yang dibawanya. “Baiklah, sekarang mau melukis apa?”

“Taman!” Jawab Lyra. “Kalau aku bisa membangunkan rumah untuk ibuku suatu hari nanti, maka aku akan buat tamannya seperti bayanganku ini. Taman yang berlimpah bunga dan tanaman-tanaman indah bagai dinegeri peri!”

Pemuda itu tersenyum. “Silakan mulai!” Ia mempersilakan Lyra duduk di bangkunya. Lyra mulai mencari warna yang ia suka dan menorehkannya di kanvas, merubah putihnya menjadi bertabur warna. Dan seperti biasa, hasilnya selalu mengundang decak kagum pemuda itu. Padahal pemuda itu mahasiswa seni di sebuah universitas yang juga berbasis seni, namun ia merasa kalah dengan kreatifitas Lyra. Ia masih perlu pengajar untuk dapat mengajarkannya melukis dengan indah. Namun Lyra bagai mempunyai bakat alam, padahal Lyra tak mendapat pengajaran formal dari siapapun, namun ia bisa melukis dengan penuh estetika dan bernilai artistik tinggi.

Pemuda itu merasa beruntung bertemu Lyra, rasanya bagai menemukan gumpalan batu permata indah yang tersisih diantara batu-batu kerikil hitam. Awal perkenalan mereka bermula ketika pemuda itu melukis di lapangan itu, mencari inspirasi untuk tugas rutinnya melukis. Saat asyik melukis datang seorang gadis, Lyra, memperhatikannya bekerja.

“Ini apa?” Tanya Lyra menunjuk kanvas yang lebih kecil tercecer di rerumputan.

“Itu kanvas, untuk melukis!” Sahut pemuda itu cuek, masih berkonsentrasi dengan lukisannya.

“Kok nggak dipakai?” Lyra kembali bertanya.

“Kanvas itu terlalu kecil buatku! Aku nggak perlu!” Pemuda itu menjawab, menunjukkan kanvas besar yang sedang dikerjakannya.

“Boleh aku pakai?” Lyra meminta izin, disambut anggukan malas dari pemuda tersebut. Dengan modal cat minyak pinjaman, ia mulai melukiskan imajinasinya di kanvas itu. Seselesainya Lyra, pemuda itu tercengang melihat karya indahnya.      Pemuda itu terbangun dari kenangannya, menyadari Lyra sudah merampungkan lukisannya. Tergambar suasana sebuah taman artistik dengan air mancur klasik dan berbagai tanaman bunga mengitarinya.

“Kamu nggak pulang? Apa nggak ditunggu di rumah?” Pemuda itu memperlihatkan Lyra jam tangannya, membuat Lyra terbelalak, tersadar akan waktu.

Lyra berlari terburu-buru, ia terlalu asyik melukis hingga lupa waktu. Adiknya pasti sudah pulang sekolah sejak tadi, sedangkan rumah ia tinggal kosong terkunci karena Ibu akan lembur hingga malam. Karena kuncinya ia bawa, ia khawatir adiknya lama menunggu.

Saat sampai di depan gubuknya ia melihat adiknya duduk menelungkupkan kepala, bersandar ke pintu rumah. Tampaknya ia sudah lama menunggunya disana, rasa kasihan terpanggil di hati Lyra. Ia merasa sangat bersalah, ia mendekati adiknya dan menggoncangkannya, namun tubuh adiknya malah terkulai lemas. Ia baru sadar suhu tubuh adiknya panas, Wika pingsan, bukan tertidur. Ia menggendongnya dan membawanya terburu-buru ke puskesmas. Beberapa tetangga yang melihatnya ikut mengantarnya cemas.

Ibunya datang ke puskesmas beberapa saat kemudian, salah seorang tetangganya pasti telah menginformasikan bahwa Wika dibawa ke puskesmas. Ibunya langsung menemui Lyra dengan tatapan meminta penjelasan.

“Maap bu, Lyra…Lyra yang salah! Lyra telat pulang buat ngebuka kunci rumah, Wika udah nungguin lama di luar jadi…” Lyra tergagap menjelaskan, disambut dengan tamparan kasar di pipinya.

“Lu emang anak gue yang nggak berguna! Ngejagain adiklu aja lu nggak bisa!” Wanita itu berkata geram. “Wika itu anak kesayangan gue, harapan gue satu-satunya! Dia pinter, nggak kayaklu, nggak bisa diharapin!” Wanita itu mulai terbakar emosi.

Wanita yang masih mengenakan busana pentas itu memasuki bilik perawatan Wika. Wika masih belum terbangun dari pingsan. Menurut dokter ia pingsan karena dehidrasi, mungkin karena lama menunggu di luar rumah.

“Gue udah tahan-tahanin diri ngadepin kebegoanlu, tapi kali ini lu udah kebangetan! Bahkan nyawa adiklu sampe terancam begini karena kebegoanlu!” Hardik Ibunya ke Lyra. “Gue nggak pernah ngarep punya anak sebego lu! Yang gue butuhin itu Wika, cuma Wika! Gue nggak butuh lu! Andai aja lu nggak pernah gue lahirin, lu selalu bikin susah hidup gue! Pergi lu sana, capek gue ngeladeninlu!”

Lyra tersentak, tak menyangka akan menghadapi kemarahan ibunya yang sebesar ini. Hatinya teriris, terluka. Napasnya sesak tersedak-sedak tangisannya. Ia tak dapat menahan gemuruh sesak dadanya, ia berlari keluar meninggalkan keluarganya, meninggalkan dimensi dunia dan hidupnya selama ini. Dimensi keluarga yang selalu dihadapinya setiap hari harus ia tinggalkan. Dan kini semakin bergema pertanyaan itu di benaknya. Untuk apa ia dilahirkan ke dunia dan dibiarkan hidup hingga kini, bahkan walau ibunya telah berusaha untuk menggugurkannya? Apakah hanya untuk menjadi anak bodoh yang memalukan?

Seorang pemuda mendatangi puskesmas dengan cemas, membawa beberapa bungkusan berbentuk papan persegi. Ia menjumpai Wika dan ibunya disana, ia sudah mengenalinya. Ia sempat kaget ketika mendatangi rumah Lyra tadi, menurut informasi tetangganya, keluarga itu sibuk mengurus Wika yang sakit.

“Maaf bu, Lyranya dimana ya?” Tanya pemuda itu sopan. “Tadi saya ke rumah ibu kok nggak ada orang, katanya semua pergi ke puskesmas!”

“Siapa kamu?” Ibu itu menatap heran pemuda itu.

“Saya…Ion, teman sekaligus pengajarnya lukisnya.” Aku pemuda itu.

“Buat apa kamu nyari anak nggak berguna itu?” Sinis wanita paruh baya itu.

“Nggak berguna?” Ion terkejut mendengar kata itu terucap dari mulut seorang ibu.

“Anak itu nggak bisa menulis, membaca, bahkan kalah sama adiknya! Nyari duit nggak bisa, disekolahin percuma, cuma jadi pengangguran aja! Malu-maluin! Dan sekarang ia bahkan menyebabkan adiknya begini!” Jelas ibu itu. “Anak bodoh!”

“Bodoh?” Kembali Ion mengulang dengan heran ucapan ibu itu. “Dia itu bukan bodoh, dia tidak bisa membaca dan menulis karena ia mengidap disleksia!”

“Disleksia?” Ibu itu balik bertanya heran.

“Kehilangan kemampuan membaca dan menulis karena kerusakan pada otak, bukan karena dia bodoh!” Ion menekankan penjelasannya. “Seharusnya ibu yang paling tahu soal itu! Anda ibunya!”

Ibu itu terhenyak mendengarkan ucapan pemuda itu. Sedikit penyesalan timbul di nuraninya. Ia merasa bersalah, kalau memang itu benar, berarti seharusnya ia yang dicap sebagai ibu yang bodoh, tidak dapat mengerti dan menerima keadaan anaknya sendiri. Jika itu penyakit, berarti selama ini ia begitu kejam merendahkan dan menghardik Lyra hanya karena keterbatasannya. Ibu itu baru sadar ia salah, ia benar-benar salah. Ia bahkan tidak tahu tentang penyakit yang diidap anaknya itu sebelum orang lain yang justru menjelaskannya.

“Dan Lyra tidak bodoh, dia justru jenius!” Ion dengan tak sabar membuka bungkusan berbentuk persegi yang dibawanya. Ternyata isinya beberapa lukisan yang begitu mempesona. Ibu itu awalnya heran melihat gelagat Ion dan tidak mengerti apa maksudnya.

“Ini semua lukisan Lyra!” Umbar Ion mantap, semakin membuat ibu itu tercengang. “Dan ini!” Ion menunjukan lukisan bergambar sebuah rumah mewah bak istana, terpoles dengan warna-warna lembut yang seakan penuh cinta. “Lukisan Lyra ini laku ditawar seharga 50 juta dalam lelang umum yang diadakan kampus saya!” Jelas Ion. “Dan ini…” Bagai kerasukan, ia meraih satu lukisan lain yang bergambar sebuah kamar mewah bergaya romawi klasik  dengan furniture berukir indah dan terlihat kokoh. “Lukisan ini bahkan berani ditawar 100 juta oleh seorang kolektor seni saat tahu pelukisnya pengidap disleksia!” Ion seolah belum puas, mengambil lagi sebuah lukisan, lukisan terakhir Lyra. “Dan ini, lukisan ini berani ditawar 200 juta dalam lelang pelukis pemula!” Ion menegaskan. “Masih banyak lukisan karyanya di galeri saya, dan saya tidak berani membayangkan harganya jika dijual! Saya kesini untuk meminta izin menjual lukisannya yang sudah laku ditawar orang ini! Hasilnya akan saya beri ke ibu!”

Ibu itu menatap semua lukisan itu takjub, apalagi mengingat nominal harganya. Ia tak percaya anaknya mampu membuat lukisan seindah dan seberharga itu. Anak yang selama ini terus dihina dan diremehkannya ternyata dapat membuat karya yang begitu berharga.

“Dan tahu maksud semua lukisan itu apa?” Ion menambahkan. “Ini adalah penggambaran semua yang ingin ia beri untuk ibu suatu hari nanti jika ia mampu!” Ion mengeja dengan jelas setiap kata dalam perkataannya. “Rumah ini adalah rumah yang ia ingin bangun untuk ibunya, beserta taman ini sebagai halamannya. Kamar yang mewah ini adalah kamar yang akan ia persembahkan untuk ibunya.” Ion lalu melirik satu bungkusan yang belum dibuka, bungkusan paling besar. “Dan ini penggambaran satu hal yang paling dirindukannya!” Jelas Ion sambil membuka bungkusan itu. Dan terpampang jelas gambar seorang ibu yang memeluk anaknya penuh sayang, yang tidak lain ialah Lyra dan ibunya. “Hanya ini, sesuatu yang ia harapkan ibu beri untuknya!”

Tak pelak mengalir deraslah air mata penyesalan di wajah wanita paruh baya itu. Bagaimanapun ia tetap seorang ibu, namun ia merasa belum pantas disebut ibu yang baik. Ia bahkan lupa kapan terakhir kali memeluk Lyra dengan penuh kasih sayang.

“Ibuu!” Panggil suara dari dalam bilik perawatan, Wika pasti sudah sadar. Ibu itu menghampiri anaknya bersama Ion. “Kok ibu nangis? Kak Lyra mana bu?”

Ibu itu mengusap air matanya, berusaha menyembunyikan kepedihannya. “Kenapa, kok Wika langsung nanyain kak Lyra?” Tanya ibu itu lembut.

“Aku lupa bilang terima kasih ke kakak bu! Sebenarnya cerita aku yang dapat nilai sepuluh itu kakak yang karang! Kakak ceritain ke aku, terus aku tulis! Ternyata cerita kakak emang bagus!” Wika berceloteh semangat. “Aku bangga sama kakak bu! Kakak pinter!”

Ibu itu terhenyak kembali, ekspresinya kini berubah menjadi kalut. Dengan panik ia berbalik, bersiap untuk pergi.

“Mau kemana bu?” Ion mencegatnya heran.

“Nyari Lyra! Anakku!” Ucap ibu itu linglung. “Aku nggak mau kehilangan dia!” Penuh bingung, ibu itu mengepak-ngepak dan langsung pergi.

Ibu itu sampai di rumahnya, disambut keheningan. Tak nampak siapapun di dalam, Lyra tak ada disana, begitupun pakaian-pakaiannya yang sekejap hilang di lemari. Ibu itu merasa kakinya lemas, ia terpekur, berlutut, merasa menyesal. Ion yang mengikutinya menabahkannya.

Ibu itu merenung di balkon, menatap langit pagi yang biru sejuk. Rumah itu megah, besar dan indah. Rumah inilah wujud karya Lyra di lukisan tersebut dan hasil dari penjualan lukisan-lukisannya. Inilah jawaban dari pertanyaan di benak Lyra selama ini, alasan kehadirannya di dunia, yang tidak lain untuk membahagiakan ibunya. Kini ibunya tidak perlu lagi menjadi penyanyi dangdut panggilan, harkat dan kehidupannya sudah terangkat berkat hasil kerja Lyra. Ibu itu menyadari kehadiran seseorang di depan pagar rumahnya.

“Eh Ion, ayo masuk nak!”

Ibu itu dan Ion duduk berdua di ruang tamu besar, dari jendela kaca besar terlihat taman indah yang dirancang Lyra di lukisannya. Mereka menerawang memandang langit, mengingat seseorang yang mereka rindukan.

“Sudah 1 tahun nggak ada kabar dari Lyra!” Ibu itu memulai pembicaraan.

“Saat langit seperti ini…biasanya Lyra sedang menunggu saya di lapangan.” Gumam Ion.

Ibu itu tersentak, “Kenapa kamu nggak cari dia aja di tempat kamu dan Lyra biasa ketemu?” Idenya.

“Sudah setiap hari bu, saya bolak balik ke tempat itu di waktu seperti ini. Dia tetap tidak muncul.” Ion menggeleng lemas. “Apa polisi sudah menemukan petunjuk keberadaannya bu?”

“Nggak! Nggak ada kabar! Polisi masih terus mencari!” Jawab ibu itu pasrah. “Dimana sebenarnya Lyra sekarang?” Ibu itu bergumam lirih.

Pertanyaan di benak Lyra sudah terjawab. Namun di suatu tempat mungkin Lyra sendiri masih terus bertanya tentang pertanyaan di benaknya itu. Kini yang tertinggal di benak orang-orang yang menyayangi Lyra adalah sebuah pertanyaan baru. “Dimana Lyra sekarang?”

Tiga tahun kemudian. Ion menatap monitor laptopnya, mengetik dan terus mengetik, itulah pekerjaan rutinnya belakangan ini. Skripsinya berkejaran dengan waktu deadline, Ion semakin dekat menuju ke impian besarnya. Skripsinya terinspirasi dari seorang Lyra, anak miskin biasa yang perlahan terungkap memiliki bakat yang luar biasa. Saat sedang berkonsentrasi, dering HP mengganggunya. Ia meraih HPnya dan mengangkatnya lemas.

“Halo?”…Ia mendengar seseorang memperkenalkan diri sebagai polisi di ujung sana. Tak lama kemudian terdengar pekikan. “Apa? Lyra sudah diketahui keberadaannya?” Ion tersenyum gembira. Hampir melonjak kalau saja ia tak ingat umur.

Ia menghubungi bu Aina, ibunda Lyra. “Bu! Polisi sudah mengetahui keberadaan Aina! Mari kita jemput kesana bersama!”

Di tempat berbeda di ujung telepon, ibu itu hanya tersenyum simpul. Ekspresi wajahnya bertambah bijak sekarang. “Nggak nak, kamu sendiri aja! Biar ibu disini saja!”

Ion tercekat “Tapi…”

“Biar ibu yang siapkan penyambutan untuknya!” Lanjut ibu itu menenangkan. Ion segera paham dan ikut tersenyum.

Ia mendatangi tempat yang disebut oleh pihak kepolisian, tempat dimana seseorang yang diduga Lyra sering terlihat. Tempat itu adalah…

“Sekolah dasar?!?!” Heran Ion. Ini sekolah swasta terkemuka. Entah apa benar penyelidikan polisi yang mengaku melihat Lyra disini.

Sekarang sudah waktunya pulang sekolah. Ada beberapa siswa yang sudah berhamburan pulang. Namun masih banyak juga yang tinggal di sekolah, menjalani ekskul atau aktifitas lain.

Ion menyusuri koridor sekolah ragu. Memperhatikan satu demi satu ruangan dari jendela dengan teliti. Hingga dilihatnya sebuah ruangan berisi anak-anak dengan buku gambarnya. Seorang pengajar memandu di depan, wanita berbusana rapi dan elegan. Begitu gemulai gayanya mengajar menggambar, ia kenal sosok itu, walau sekarang agak pangling dengan penampilannya yang semakin cantik dan elegan.

“Lyra?!” Sapa Ion tak percaya dengan penglihatannya. Selama ini ia merasa kehilangan sosok Lyra yang tak dapat diraihnya, sosok impian yang selama ini dicarinya dan diidamkannya. Ia pungguk dan Lyra bulannya, dan sekarang ia merasa bagai pungguk mendapatkan bulan, tepatnya menemukan kembali bulannya.

Kini keduanya terlarut dalam nostalgia lama di lapangan rumput menghijau itu, namun kali ini tanpa kuas, tanpa kanvas. Hanya ditemani hela angin berhembus memanjakan.

“Akhirnya aku temukan kamu!” Ion memecah keheningan.

“Senang rasanya menyadari ada juga yang mencari aku!” Lyra merendah.
“Tentu saja! Semua mencari kamu! Adikmu, ibumu!” Ion menjelaskan.

Lyra tersenyum lemah, “Tapi mereka pasti lebih tenang tanpa aku! Beban mereka bisa berkurang!”

“Kamu salah Lyra!” Ion menggeleng. “Pulanglah!”

“Aku merasa sudah menemukan tempatku! Aku sudah menemukan jawaban tentang arti hidupku yang selama ini kupertanyakan!” Lyra berucap. “Di sekolah itu! Di sanalah tempat aku bisa bermanfaat bagi orang lain! Disana aku tak membebani siapapun! Disanalah aku seharusnya berada! Demi kedamaian ibu dan Wika, dan demi murid-murid yang memerlukanku!” Ia menatap mata Ion dalam, “Maaf! Aku ingin tetap menjalani hidupku seperti sekarang!”

“Tapi kalau begitu kamu menghancurkan impianku!” Ucapan Ion barusan membuat Lyra terguncang, terbelalak. “Sebelum aku mengenalmu, sejak dulu sekali, aku punya satu impian besar. Aku ingin diwisuda, meraih prestasi, dan melihat orang tuaku berada disana, mereka hadir dengan busana terbaik mereka, menatapku bangga.” Cerita Ion perlahan. “Tapi setelah kamu datang, impianku berubah.” Ion memutar bola matanya. “Well, tepatnya sih bertambah. Aku ingin diwisuda, meraih prestasi, melihat orangtuaku dan gadis yang kucintai berada disana. Mereka hadir dengan busana terbaik mereka, menatapku bangga.” Ion menatap Lyra. “Tiga bulan lagi Lyra! Tiga bulan lagi acara wisuda itu akan digelar! Impianku hampir terwujud!” Ion merogoh kantungnya, mengeluarkan kotak berbentuk hati yang indah berselimut satin merah ke arah Lyra. “Jadi maukah kau melengkapi mimpiku?” Pantulan sinar dari cincin indah yang terlihat glamour itu sungguh menggoda.

Lyra tercengang, tak berkedip. Ia tak percaya ini ditujukan padanya. Ia sebenarnya tahu Ion pemuda yang baik, terlalu baik untuknya malah. Karena itu, ia tak yakin pemuda ini akan tertarik padanya. “Ion…Kamu tampan, terpelajar…tapi seleramu buruk!” Ucap Lyra ragu.

Ion terkekeh, “Justru selera seniku sangat tinggi sampai bisa menemukan permata indah di tengah-tengah kerikil seperti kamu!”

“Aku…aku yakin kamu salah orang! Aku bodoh, bukan dari kalangan terpelajar, masa depanku tidak jelas, basic keluargaku pun tidak jelas, aku miskin. orangtuamu nggak mungkin suka denganku!” Lyra berceloteh panik.

“Justru orangtua kita sudah saling mengenal dan saling membantu! Dan…miskin kamu bilang?!” Ion terkekeh. “Kamu sudah 4 tahun menghilang, kamu sudah banyak ketinggalan informasi, sebuah sudah banyak berubah! Kamu belum tahu aja seberapa kayanya keluargamu sekarang!” Ion menikmati wajah heran gadis di depannya. “Mau bukti?” Ion menantang. “Kalau begitu pulanglah, ibumu merindukanmu, begitu juga adikmu! Mereka susah mencarimu kemana-mana selama 4 tahun ini!” Ion memohon.

“Bukannya kepergianku itu yang ibu inginkan?” Lyra tak percaya dengan kabar itu.

“Tidak sama sekali! Justru merekalah alasan kenapa kamu dilahirkan di dunia! Mereka membutuhkanmu, begitupun sebaliknya!” Ion mencoba membuka pikiran gadis itu. “Kamu sudah berhasil membuat ibumu bangga, membuat kehidupannya menjadi lebih baik, bahkan mengangkat derajatnya!” Ion menekankan ucapannya. “Semua impianmu sudah tercapai, karena itu ibumu kini menunggumu di rumah! Mempersiapkan pelukan terhangatnya untukmu!” Ion menatap dalam kedua mata bening di depannya.”Apa kamu tidak kangen dengan ibu dan adikmu?”

Mata indah Lyra yang terlanjur berkaca-kaca mulai meneteskan air mata. “Kangen banget!”

Mobil Toyota Altis itu terhenti di halaman sebuah rumah yang sangat mewah dan indah.

“Aku tidak tahu kalau rumah di lukisanku itu ternyata benar ada!” Ucap Lyra polos sambil masih mengamati rumah itu takjub. “Rumah siapa ini?”

Ion tersenyum geli, “Ini rumahmu Lyra! Inilah istanamu, ibumu dan adikmu! Tempat dimana kamu seharusnya berada.”

Dan terlihatlah sosok wanita setengah baya yang dirindukan Lyra, keluar dari pintu besar rumah dan menyambutnya dengan tangan terbuka. Mempersiapkan pelukan terhangatnya. “Selamat datang Lyra, puteriku tercinta!” Ucap ibu itu menahan tangis harunya. “Maafkan ibu! Kamu sudah cukup menghukum ibu dengan meninggalkan ibu entah kemana, sekarang ibu menyesal! Maukah kamu memaafkan ibu yang bodoh ini nak?”

Dan menghamburlah Lyra ke pelukan itu. “Makasih bu! Ibu nggak perlu minta maaf!”

“Bu, aku juga mau gantian peluk kak Lyra!” Suara polos di sebelah mereka menyadarkan mereka dari keharuan. Wika kini sudah bertambah dewasa. Ia bahkan sudah menjelma menjadi seorang gadis kelas 1 SMP. Lyra hampir tak mengenalinya.

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Semua wisudawan dan wisudawati telah rapi memakai baju khas wisuda dan toga. Wajah-wajah mereka tersenyum dan tertawa gembira, tak ada yang muram merana. Ion termasuk diantaranya. Ia siap menunggu namanya dipanggil di panggung untuk pengalungan medali dan pemberian ijasah. Nun jauh di bangku penonton sana dua keluarganya hadir, tentu bersama gadis yang paling dicintainya. Gadis itu dengan elegan mengenakan kebaya merah muda dan menjelma menjadi gadis teranggun di dunia, jauh melebihi Miss Universe di mata Ion. Di tangan gadis itu dan Ion, berkilau-kilau sepasang cincin serupa bertahtakan permata dan cinta.

“Kak!” Wika memanggil Lyra dengan wajah penasaran.

“Apa?” Lyra menjawab lembut.

“Katanya kak Ion Cum Laude…Cum Laude apaan sih?” Tanya Wika dengan wajah lugunya. Kedua keluarga, keluarga Lyra dan Ion, tertawa bersama.

Comments (0) Mar 12 2010

Watashi no Doubutsu Uranai

Posted: under Curhat Donk!.
Tags:

Gw jg awalnya ga tw ni Doubutsu Uranai itu apa, tp ada link gni:

http://world.doubutsu-uranai.com/

Gw klik aja dh tu. Trnyata itu smacam ramalan karakter gtu. En tau ga hasil ramalan gw kyk gmn?

You are Red Monkey, whose simple and natural personality is easily understood by those around you.
You can make others feel safe.
You will take on any favor asked, and have a strong volunteer spirits.
Even if you get angry, you don’t hold that against people for long time.
You are simple forthright person.
You are a person with sensitivity.
If you use this sensitivity at work and in hobbies, you will achieve great results.
You should learn a lot while young, and use that experience to help the society in the future.
You also possess great talent in carrying out matters and handling it efficiently.
You are a very active person.
You are smart and calculating.
You can be rather short tempered, and will not tell your true feelings.
This may make you bit lonely, so don’t forget to have a broad mind.
You are a quick learner, so you will be favored by your boss.
But if there isn’t a person who can set an example, you can not carry out work efficiently.
You may be suited to stay as number two than to stand at the top.
You are independent and keeps your own pace.
So it may be better to keep away from the impossible.
Because you are a popular person, you will be asked out by many people.
Try and turn down offers nicely, or you may disturb the living pace and your own personal relationships.
Your marriage fortune is very good.
You will do great as a housewife and also as the person committed to do good for the society.

Bingung ya, oke…coba kita translate. Sekalian nyocokin nyook!

Anda Red Monkey, yang sederhana dengan kepribadian alami mudah dimengerti oleh orang-orang di sekitar Anda.(Hmm, bnyk yg bilang gw gampang kbaca. Brarti emank bnaarr!)

Anda dapat membuat orang lain merasa aman. (Gw ga tw jlas sih, tp klo bner c Alhamdulillah.)

Anda akan menerima tawaran bantuan apa pun, dan memiliki semangat relawan yang kuat. (Alhamdulillah klo gw dbilang gtu. Gw mank hobi bantuin org c.)

Bahkan jika Anda marah, anda tidak dapat terus marah terhadap orang-orang untuk waktu lama. (Hehehe, bnyk yg bilang gw ga bs marah!)

Anda adalah orang yang jujur dan sederhana. (Bukannya td udh? Klo soal jujur, gw mank ga bs bo’ong dri dlu! Hohoho!)
Anda adalah orang dengan sensitivitas.(Mungkin! Krn gw tipe yg gmpang tersentuh sih!)

Jika anda menggunakan kepekaan ini di tempat kerja dan di hobi, anda akan mencapai hasil yang luar biasa.(Wokeh klo bgitu!)

Anda harus belajar banyak ketika muda, dan menggunakan pengalaman itu untuk membantu masyarakat di masa depan. (Baiklah”!)

Anda juga memiliki bakat besar dalam melaksanakan urusan dan penanganan secara efisien. (Oh, bagus itu!)
Anda adalah orang yang sangat aktif. (Bner juga, huehehehe!)
Anda cerdas dan penuh perhitungan. (Oh ya???)
Anda hanya akan memendam kemarahan sebentar, dan tidak akan bisa mengatakan perasaan marah anda yang sebenarnya. (Ih kok tau sih?
)

Ini mungkin membuat Anda agak kesepian, jadi jangan lupa untuk memiliki pikiran yang luas. (Yah mank bner, oke dh oke!)
Anda cepat belajar, sehingga Anda akan disukai oleh atasan Anda. (Bguslah klo bgitu!)

Tetapi jika tidak ada orang yang dapat memberi contoh, anda tidak dapat melakukan pekerjaan secara efisien. (Mungkin krn saia kurang nekad! Huehehehe!)

Anda mungkin cocok untuk tinggal sebagai nomor dua daripada berdiri di atas. (That’s right!)

Anda mandiri dan menjaga kecepatan Anda sendiri. (Masa?)
Jadi mungkin lebih baik untuk menjauhkan diri dari yang mustahil. (Jauhi resiko gtu?)

Karena Anda adalah orang yang populer, Anda akan diminta keluar oleh banyak orang. (Oh gitu?)
Coba menolak tawaran dengan baik, atau itu akan dapat mengganggu kecepatan hidup dan hubungan pribadi anda sendiri. (Gw mank susah say ‘no’ sih!)
Nasib perkawinan Anda sangat baik. (Ohohoho! Klo ini liat aja ntar!)
Anda akan menjadi ibu rumah tangga yg hebat dan juga sebagai orang berkomitmen untuk berbuat baik bagi masyarakat. (Bageeuuus!)

Gimana mnurut kalian?

Tpi…gw harus marah gak y dikatain monyet?!?!

Comments (0) Feb 23 2010

Cerita Wisuda Gw (Wisuda yg aneh!)

Posted: under Curhat Donk!.
Tags:

Ni gw baru aja nemuin curhatan ttg hari wisuda SMA gw yg sangat bersejarah. Klo dibaca lcu jg, mkanya gw muat aja dsini.

Kmaren tgl 23 Juni gw baru aja wisuda, dari tgl 22 udh repot aja gladi resik. Janjinya yg cwe-cwe mau dandan di rmh tmen skelas coz setiap kelas kebayanya beda. Repot banget ya? Abis ibu-ibu jamiiyahnya wanti” spy krudung kita sma smua modelnya. Rumahnya ditentuin di rmh S***. Tau gak dsuruh dtg jam brp? Jam stengah 5, busrut, jam-jam belek msih menggelantung tuh! Yah berhubung gw warga negara Indonesia yg baik dan mlestarikan budaya bangsanya, jadi ngaret” dikit gapapalah (budaya indonesia kan tuh?)! Pas gw nyampe disana trnyata 20 org cma ditanganin sma 2 perias dan 1 yg makein kerudung. Gw ngantri aja deh tu! Gantian…gantian…

Pas gw abis dirias gw nggak smpet ngaca, abis gak disediain kaca, namanya yg ngerias ortu murid, ngejar waktu, dgn org seabrek-abrek dan di kamar si S pula, seadanya ajalah. Trus brangkat dh tuh ke gedung MK, tmpat wisuda digelar, itupun nebeng mobil ortu temen gw. Dsitu pula gw baru liat wujud gw, sempet serangan jantung sdikit, tpi krna dipuji sama nyokapnya tmen gw, nggak jadi minder dh! Udh jam tujuh tuh, janjinya stengah delapan mulai, tpi sbelum itu para wisudawan/wati ada ritual sdikit sbg pmbukaan. Qta dsuruh baris sesuai absen dan nglewatin red carpet di tengah ruangan buat introducing sedikit, udh kayak introducing Miss Universe aja gw rasa, bedanya gak pake dadah-dadah genit gitu, padahal gw pengen tuh plus kisbay gitu biar bkin org gedubrak, tp untung gw batalin (Kalo kagak bisa disambit sendal gw sma audience!). Nyampe-nyampe semua udh pada baris di koridor luar (Yap, benar sekali pemirsa! Kami yg sudah dandan cantik -dengan kebaya ngetat yang bikin susah gerak plus make up setebal sendal swallow- ini ‘dibiarkan’ di luar berbaris mirip ikan sarden), bisa bayangin gak tuh sensasi saunanya? Yg di dlm sih enak, pke AC. Tp gw jg nyampenya nyaris-nyaris mulai acara. Untung smua ank klas gw udh kumpul, itu jg nyaris” bgt wktunya. Pdhl gw udh mau pipis tuh, tp krn acaranya udh mau mulai, gw tahan aja.

Wisudarame

Gw yg di plng kanan.

Akhirnya jd deh qta berlenggak-lenggok di red carpet dgn narasi dr guru yg jadi MC, narasinya mengharukan deh, gw jdi nervous (apa hubungannya?!?), nahan pipis pula. Krn gw suka ber’imajinasi’ berlebihan, gw anggap aja gw berada di peragaan busana Paris ngebawain gaun rancangan Dorce Gamalama, eh Dolce & Gabbana maksud saia (Sook banget, pdhl Dolce ama Gabbana aja gw kagak tau gimana wujudnya!)! “Stay cool, pandangan ke depan, senyum terus! Duh mau pipis nih…tapi harus tetep stay cool!”

redcarpet

Ini deskripsi red carpet dan kebaya plus rok nyapu yg gw bilang. Dalam pengambilan gambar ini tidak ada unsur kekerasan terhadap binatang dan tidak menyakiti satupun hewan langka. Cuma…pemotretnya langsung meninggal dunia di lokasi.

Setelah nyanyi lagu Indonesia Raya, AKHIRNYA kita duduk juga. Yah, gw duduk di bangku yg bagian blakangnya brtuliskan “Barokah, menyewakan alat-alat pesta, sound system, catering, pelaminan, tenda”, dan menahan pipis pula. Bagus sekali pemirsa, sangat “mewah”.  Gedungnya udh bagus, gw kirain stiker iklan barokah itu bakal ditutupin pke tudung bangku putih gitu biar lbh mewah sekalian, eh tau-taunya! Bikin malu aja!

Gw nahan pipis sampe acara sambutan dateng, gw langsung ajak sohib gw yg tadi gw tebengin. Kta dia roknya itu ngetat bgt, klo mau pipis hrus dibuka sekalian, coz dirumah dia udh nyoba n ga bisa klo nggak dibuka total. Repotlah kita di kamar mandi ini. Mana cuma rok murid klas gw yg kain blakangnya ‘nyapu tanah’. Sengaja tuh, mungkin spy anggun krn modelnya mermaid line gitu, TAPI TETEP AJA REPOT CIIING!

Nama gue pun dipanggil, saat-saat mengharukan dimana gw akan ke panggung dikalungi medali kelulusan sambil difoto, dikasih map kelulusan sambil difoto, dan turun dari tangga sambil difoto jg (mungkin inilah yg diadopsi take me out dimana di moment terakhir pasangan akan turun tangga sambil disorot lg dadah-dadah sumringah gt). Mampus, gw deg-degan, masalahnya gw klo udh panik kayak org linglung. Gw tahan-tahanin aja tuh dag-dig-dug-duer-daiaaa! Gw dikalungi dengan mulus karena gw emang pendek, dkasih map dan untung sifat ‘keribetan’ gw nggak kumat. Trus gw udh mw cpet-cpet kabur aja tuh turun, ternyata ada sesi pemotretan lagi dipinggir panggung, gw jadi malu agak kelewatan. Udh sekali foto gw udh mau kabur lgi, eh dpanggil lgi krn ternyata fotonya blm slesai. Malunyaaa, kyknya gw tuh yg paling ngerepotin.

Sisanya kyknya mulus-mulus aja deh. Tapi ada moment dimana 2 tmen seangkatan gw nyanyiin lagu ‘When You Believe’nya Mariah Carey. Bisa bayangin gak dia nyanyiin lagu itu di momen perpisahan, daleem banget. Jdi flashback lagi saat-saat pra UN dan pasca UN, wktu belajar terus sampe mampus, wktu deg-degan nunggu pengumuman UN, wktu pengumuman kelulusan…

Many nights we’ve prayed, with no proof anyone could hear

In our hearts a hopefull song, we barely understood

Now we are not afraid, although we know there’s much to fear

We were moving mountains long before we know we could

There can be miracles, when you believe

Though hope is frail, it’s hard to kill

Who knows what miracles you can achieve

When you believe, somehow you will

You will when you believe

In this time of fear, when prayers so often proves in vain

Hope seems like the summer birds, too swiftly flown away

Yet now I’m standing here, my heart’s so full I can’t explain

Seeking faith and speaking words, I never thought I’d say

There can be miracles, when you believe

Though hope is frail, it’s hard to kill

Who knows what miracles you can achieve

When you believe, somehow you will

You will when you believe

They don’t always happen when you ask

And it’s easy to give in to your fears

But when you’re blinded by your pain

Can’t see your way straight throught the rain

A small but still resilient voice

Says hope is very near

So…enchanting!

Dan tau apalagi yg terjadi? Pas pulang gw kan ngajak ortu bwt foto studio dlu lah bwt kenangan (Ada paket foto sih dr skolah, tp gw ngerasa nggak cukup), coz pas lulus SMP jg gw sempet foto studio di luaran. Secara, kan jarang-jarang gitu qta rapi pake bju kebaya plus make-up tebel, berkalungkan medali pula. Nyokap sih stuju” ajah, tp sayangnya bokap bawaannya buru-buru aja pengen ngurus urusan mesjid yg blon kelar. Malah gw hampir diajak ke TOKO MATERIAL! Bayangin aja. dengan kebaya ngetat, rok nyapu tanah, make-up setebel sendal swallow, en high heels gtu ke TOKO MATERIAL?!?!?

Untung gw nolak! Apakatatetangga!

Comments (1) Feb 22 2010

Cerita Asal Usul Sifat Penakut (Gw)

Posted: under Curhat Donk!.
Tags:

Pada suatu hari, duilee, udh kayak cerita dongeng. Jadi dulu tuh di rumah gw jg tinggal adek cwe bokap sma anak”nya yg nggak lain spupu gw, smua lbh gde dr gw. (Nempatin bagian blakang rmh gw yg dlu kyk rumah kontrakan)

Tersebutlah Kak Nisah sbg kakak partama, Bang Paisal sbg abang kedua, Kak Imah sbg kakak ketiga dan Bang Udin sbg abang keempat. (Busruut, kok kayak film kungfu ya?) Semua spupu gw itu…memperlakukan gw sbagai ANAK BAWANG.

Bukaan, bukan karena saia suka makan bawang (Apalagi krn suka nyolong bawang, bukaaan! Itu mah bukan saia!), tapi karena seolah gw dianggap anak kucrit yang ‘nggak cukup keren untuk masuk kelompok mereka’. Gw suka ngiri liat mereka ngelakuin ini dan itu, tapi gw nggak boleh ikut. Kadang gw protes “Kakak boleh, kok aku nggak?”, jawabannya hampir selalu… “Nggak boleh, I***(nma panggilan kcil gw) kan masih kecil!”

Huff, padahal wktu itu umur gw nggak jauh” amat sma mreka. Gw jga suka mikir sinis, mank stua apa sih mrk?

Jadilah gw selayaknya adik terkecil dari 4 kakak sepupu yang ganas” kalo usil itu. Apalagi yang namanya Bang Udin, hobi banget nangisin gw, ampe pengasuh gw wktu itu ngomelin dia mlu gara” bkin gw nangis, hihihihi! Puncaknya pas tau gue penakut, jadilah mereka keroyokan nakutin gw. (Bayangin 4 lawan 1 gtu!) Dan sbagai anak kecil yg lemah dan nggak berdaya, gw bisa bgtu muda terpengaruh tipu daya crita serem mreka. Krna itu dari dlu…gw slalu takut untuk sendirian brada dlm satu ruangan, walaupun itu siang, dan walaupun itu kamar gw. Kalaupun mepet (seperti di kamar mandi misalnya), pintunya hrus dibuka dikit (maklum anak kcil).

Uhm, sbnrnya smpe skarang sih gw ga tw jlas apa yg bkin gw parnoan gini sma setan. I don’t know exactly…but…

Tapi ada beberapa faktor yang bisa dianalisis! (Hallah, skarang sok intelek!)

1. Gw prnah liat entah apa itu yg bentuknya mnurut asumsi gw -yg msi bocah 5 tahun ini- mirip si manis jembatan ancol yg sering gw tonton di TV, dia ada di gudang (brbentuk gang/ koridor terbuka di sblh rmh) sodara gw pas gw lg nyender di pagar gudang outdoor tsbt.

2. Gw suka ditinggal pergi bonyok n ditemenin sama spupu” biadab itu di rumah. Trus gw kn punya mainan yg bisa niru”in suara binatang kalo ditekan gmbar binatang”nya. Eh pas malem, ujan” pula, cuma ada bocah” kecil macem gw n spupu” gw jagain rumah…tiba” itu maenan bunyi sendiri (Tombolnya hampir datar gitu jd hampir nggak mungkin krn ketekan benda lain)! Lha pan serem! Udh horor aja tuh qta smua di dlm rumah. Stlh beberapa lama rangkulan parno”an nggak jelas gtu…akhirnya ada uwa gw dateng! Satu-satunya org gede (baca : dewasa) yang akhirnya nongol di rumah! Akhirnya ngadu-lah kita sma uwa gw itu. Uwa gue bilang sih itu mainan koslet kali! Mungkin supaya kita nggak takut.

3. Ya…itu! Korban dari cerita” seram hasil keusilan sodara” sepupu gw itu! Mungkin krn itu juga kali. Dan ingat, wktu itu sempat booming film” en acara” serem di TV. Gw ini tipe org yang penakut tapi penasaran, jadilah gw…termakan jg sma jebakan infotaiment itu.

Mungkin akumulasi dari semua kejadian itu menimbulkan gw yg kayak gni kali! Sekarang sih udh nggak bgitu takut, Alhamdulillah.

Tapi nggak tau ya kalo disulut lagi! Jangan lah, plis, jangan kambuhin parnoan berlebihan saia!

Comments (0) Feb 22 2010

Tugas Ilmu Budaya Dasar

Posted: under Tugas Nih.
Tags:

Bab 1

Tinjauan Tentang Ilmu Budaya Dasar

Mata kuliah Ilmu budaya dasar adalah mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan, dan berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Ruang lingkup pendidikan yang sempit dan condong seringkali menghasilkan manusia-manusia spesialis yang tidak berpandangan luas. Mereka tidak memiliki kesamaan pijakan dan mengesampingkan bidang lain selain yang mereka tekuni. Mata kuliah ini diharapkan dapat menjadi kesamaan bahan pembicaraan dan titik temu antar bidang/ jurusan yang dapat membawa dampak positif bagi pembangunan okum dan perbaikan pendidikan.

Dengan mendapat mata kuliah Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan indonasia pada umumnya dan mnimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut.

Tujuan diberikannya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah agar dapat membangun :

  1. Minat dan kebiasaan menganalisa kejadian di lingkungan sekitar, lalu menelaah apa yang dikerjakannya dan motivasinya.
  2. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianut dan sinkronisasi dengan cara hidupnya sehari-hari.
  3. Kerelaan menginstropeksi dengan pikiran terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk menelaah kebenaran nilai tersebut menurut pendapatnya.
  4. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai yang dianggap benar dengan penuh tanggung jawab dan menolak nilai yang tidak dapat dibenarkan.

Latar belakang Ilmu Budaya Dasar dalam konteks, budaya, Negara, dan masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut :

  1. Kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas keandekaragaman suku bangsa dan budaya yang tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan kedaerahan.
  2. Proses pembangunan yang terus berlangsung menimbulkan dampak positif dan negatif. Pergeseran dan pembenturan nilai budaya menimbulkan konflik dalam kehidupan.
  3. Kemajuan iptek menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia dan menyebabkan konflik dengan  tata nilai budayanya.

Ilmu Budaya Dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU) yang wajib di semua perguruan tinggi. MKDU bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :

  1. Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan dan tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi. Mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
  2. Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap sesuai ajaran agamanya dan memiliki toleransi terhadap pemeluk agama lain.
  3. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik social, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.
  4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta didalam pelestariannya.

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengertian umum tentang  konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Istilah Humanities sendiri berasal dari bahasa latin “Humanus” yang berarti manusia, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari The Humanities diharapkan seseorang bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan halus.

Menurut Prof. Dr. Harsya Bachtiar, ilmu dan pengetahuan digolongkan dalam 3 kelompok besar, yaitu :

  1. Ilmu Alamiah (Natural Science)

Ilmu yang bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji diperlukan metode ilmiah dengan menentukan okum yang berlaku mengenai keteraturan tersebut lalu menganalisisnya untuk menentukan suatu kualitas. Hasil penelitian bersifat mutlak (100% benar atau salah). Yang tergolong ilmu ini adalah astronomi, biologi, kimia, fisika, kedokteran, dan mekanika.

  1. Ilmu Sosial (Social Science)

Ilmu yang bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji diperlukan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Hasil penelitian tidak mutlak benar karena keteraturan dalam hubungan antar manusia sewaktu-waktu dapat berubah. Yang termasuk ilmu ini adalah ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, antropologi social, sosiologi okum, dsb.

  1. Pengetahuan Budaya (The Humanities)

Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu dihgunakan metode-metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik , kemudian diberi arti. Pengetahuan budaya dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian seni dan filsafat. Sedangkan Ilmu Budata Dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan kata lain Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya disebut dengan The Humanities, mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai makhluk berbudaya (Homo Humanus). Sedangkan Ilmu Budaya Dasar dalam bahasa Inggris diebut dengan Basic Humanities, kajiannya bukan tentang busaya melainkan mengenai pengetahuan dasar dan oengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Ada dua masalah pokok yang bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, antara lain :

  • Berbagai aspek kehidupan yang merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya dan dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya. (The Humanities)
  • Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi dengan perwujudan yang beragam dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

Menilik kedua masalah pokok yang dapat dikaji, nampak jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian, tidak hanya sebagai subjek namun juga sebagai objek. Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah:

  • Manusia dan cinta kasih
  • Manusia dan keindahan
  • Manusia dan penderitaan
  • Manusia dan keadian
  • Manusia dan pandangan hidup
  • Manusia dan kegelisahan
  • Manusia dan harapan

Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudannya dapat berupa karya sastra, tarian, musk, filsafat, lukisan dan sebagainya. Masing-masing pokok bahasan dapat melalui pendekatan menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun gabungan.

Ilmu Budaya Dasar bukan ilmu sastra, tari, filsafat atau ilmu lain yang terdapat dalam pengetahuan budaya. IBD hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.

Bab 2

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan dua hal yang sangat erat kaitannya satu sama lain. Dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, kedua hal tersebut akan menjadi dasar dari pembahasan materi-materi selanjutnya.

  1. Manusia

Manusia memegang peranan unik di dunia dan dapat dipandang dari banyak segi. Pandangan tentang manusia dari ilmu eksakta tidak sama dengan pandangan dari ilmu kimia, ilmu sosiologi, ilmu ekonomi atau ilmu-ilmu lain. Dari definisi yang berbeda-beda itu dapat dilihat bahwa selain dapat dipandang dari banyak sisi, manusia juga memiliki banyak kepentingan.

Ada dua pandangan yang bisa dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.

  1. Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu
    1. a.      Jasad : Badan kasar/fisik manusia, dapat disentuh dan dilihat, dan menempati ruang dan waktu.
    2. b.      Hayat : Mengandyng unsure hidup yang ditandai dengan gerak.
    3. c.      Ruh : Bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran. Suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
    4. d.      Nafs : Dalam pengertian diri atau kelakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
  2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu
    1. a.      Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak Nampak. Id merupakan libdo murni, energy psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.
    2. b.      Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id. Sering disebut sebagai kepribadian eksekutif karena peranannya dalam meghubungkan energy Id ke dalam saluran osial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Perkembangan ego terjadi antara usia satu dan dua tahun, pada saat anak secara nyata berhubungan dengan lingkungannya. Ego diatur oleh prinsip realitas. Ego sadar akan tuntunan lingkungan luar dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingtual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima. Pencapaian objek-objek khusus untuk mengurangi energy libidinal  dengan cara yang dalam lngkungan social dapat dterima disebut sebagai proses sekunder.
    3. c.      Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul sekitar usia lima tahun. Dibanding dengan Id dan Ego yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua. Baik aspek positif maupun negatif dari standar moral tingkah laku ini diwakilkan atau ditunjukkan oleh superego. Kode moral positif disebut ego ideal, suatu perwakilan dari tingkah laku yang tepat bagi individu untuk dilakukan. Kesadaran membentuk aspek negatif dari superego, dan menentukan hal-hal mana yang termasuk kategori tabu, yang mengatur bahwa penyimpangan dari aturan tersebut akan menyebabkan dikenakannya sanksi. Superego dan Id berada dalam kondisi konflik langsung, dan ego menjadi penengah atau mediator. Jadi superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.
  1. Hakikat Manusia
    1. a.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tubuh manusia adalah materi yang dapat dilihat, diraba, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa terdapat di dalam tubuh, tidak dapat dilihat, diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal tubuhnya hancur dan lenyap, tetapi jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke Tuhan dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.

  1. b.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibandingkan makhluk lain.

Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi akal, perasaan dan kehendak yang terdapat dalam jiwa. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia dapat mempertimbangkan, menilai, dan berkehendak sesuai segi baik atau buruk. Dengan adanya perasaan manusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa dalam diri manusia ada 2 macam, yaitu perasaan inderawi dan rohani. Perasan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindera, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia, jenisnya antara lain :

  1. Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berhubungan dengan pengetahuan.
  2. Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berhubungan dengan keindahan.
  3. Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
  4. Perasaan diri, yatu perasaan yang berhubungan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
  5. Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berhubungan dengan kelompok atau hidup bermasyarakat.
  6. Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama atau kepercayaan.

Adanya kehendak dari setiap manusia mampu menciptakan perilaku tentang kebaikan menurut moral.

  1. c.      Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi

Manusia adalah produk dari  interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajaru dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika dll. Sebagai makhluk budayawi, manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan,psikologi social, kesenian, ekonomi dsb.

  1. d.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

Hidup manusia mempunyai tga taraf yaitu estetis, etis dan religius. Dengan kehidupan estetis manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan mengungkapkan kembali (karya) dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia mampu meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas yang dipertanggung jawabkan. Dengan kehidupan religius, manusia menghayati pertemuannya dengan Tuhan. Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin dekat ia menuju kesempurnaan dan semakin jauh dari kekhawatiran.

  1. Kepribadian Bangsa Timur

Francis l.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan keahlian ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik dalam dirinya.  Ilmu psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat barat, dimana konsep individu itu mengambil tempat yang amat penting, biasanya menganalisis jiwa manusia dengan terlalu menekan pada pembatasan konsep individu sebagai kesatuan analisis tersendiri. Hingga kini ilmu psikologi di negara-negara barat mengutamakan pengembangan konsep dan teori mengenai aneka warna isi jiwa serta metode dan alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi isi jiwa individu. Ilmu itu kurang mengembangkan konsep-konsep yang dapat menganalisis jaringan berkait antara jiwa individu dan sosial budayanya.

Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia sebatas subjek yang terkandung dalam batas individu yang terisolasi, maka Hsu telah mengembangkan konsep bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk social mengandung delapan daerah yang seperti lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.

Nomor 7 dan 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran itu berada di daerah pedalaman dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang telah terdesak ke dalam sehingga tidak disadari lagi oleh individu tersebut. Bahan pemikiran dan gagasan tadi sering tidak utuh lagi, namun dalam keadaan tertentu unsure-unsur itu bisa meledak keluar lagi.

Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious). Lingkaran itu terdiri dari pikiran dan gagasan yang disadari oleh individu yang bersangkutan, tetapi disimpannya saja dalam alam jiwanya sendiri dan tak dinyatakan kepada siapapun di lingkungannya.

Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious). Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran, gagasan dan perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya. Contohnya simpati, kemarahan, kebencian, rasa puas rasa terimakasih dan sebagainya.

Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang, binatang, atau benda yang diajak bergaul secara akrab dan karib oleh si individu. Yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan mencurahkan isi hati apabila ia terkena tekanan batin, kesedihan dan masalah-masalah hidup yang menyedihkan.

Nomor 2 disebut lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang, atau benda benda itu bagi dirinya.

Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda, alat, pengetahuan, dan adat yang ada dalam kebudayaan masyarakat sendiri namun jarang berpengaruh langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Nomor 0 disebut lingkaran dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan yang hampir sama dengan yang terletak dalam lingkungan nomor 1. Bedanya terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak di luar masyarakat dan ditanggapi oleh si individu dengan sikap masa bodo.

  1. Pengertian Kebudayaan

Dua orang antropolog terkemuka yaitu Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat tersebut.

Kebudayaan menurut bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa lain, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “Segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya”. Bisa juga diartikan sebagai “Segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya”.

Secara praktis kebudayaan merupakan system nilai dan gagasan utama (vital). Sistem nilai dan gagasan utama itu dihayati benar-benar oleh para pendukung kebudayaan yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu, sehingga mendominasi kehidupan para pendukung itu, dalam arti mengarahkan tingkah laku mereka dalam masyarakatnya.

Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiha sistem kebudayaan secara terperinci, yaitu sistem idiologi, sistem sosial, dan sistem teknologi.

Sistem ideologi meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk system social dan berupa system interpretasi operasional dari system nilai dan gagasan utama yang berlaku dalam masyarakat.

Sistem social meliputi hubungan dan kegiatan social di masyarakat, baik yang terjalin dalam lingkungan kerabat maupun dalam masyarakat yang lebih luas. Pengendalian masyarakat dan pemimpin berkembang dengan nilai budaya dan gagasan utama yang berlaku.

Sistem teknologi meliputi segala perhatian serta penggunaannya sesuai dengan nilai budaya yang berlaku.

  1. Unsur-Unsur Kebudayaan

Melville J, Herkovits berpendapat ada empat unsure dalam kebudayaan, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat/ lembaga pendidikan, dan organisasi kekuatan.

C. Kluckhohn dalam karyanya yang berjudul Universal Categorieas of Culture mengemukakan baha ada tujuh unsure kebudayaan universal, yaitu :

  1. Sistem religi (Sistem Kepercayaan)
  2. Sistem organisasi kemasyarakatan
  3. Sistem pengetahuan
  4. Sistem mata pencaharian dan ekonomi
  5. Sistem teknologi dan peralatan
  6. Bahasa
  7. Kesenian

Culturan universal tersebut dapat dijabarkan lagi ke dalam unsur-unsur yang kebih kecil yang disebut cultural activity. Cultural activity pun bisa dibagi lagi menjadi unsure yang lebih kecil yang disebut trait-complex.

  1. Wujud Kebudayaan

Manurut dimensinya, wujud kebudayaan terbagi tiga, yaitu :

  1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia

Wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya. Bisa dibilang alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan hidup.

  1. Kompleks aktivitas

Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat konkret, dapat diamati atau diobservasi. Wujud ini sering disebut sistem sosial, terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu sama lain menurut pola-pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan.

  1. Wujud sebagai benda

Aktivitas manusia tidak terlepas dari penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuan. Aktivitas karya manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang konkret bisa juga disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam maupun yang bergerak.

  1. Orientasi Nilai Budaya

Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C. Kluckhohn dalam karya Variations in Value Orientation (1961), sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia secara universal menyangkut 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :

  1. Hakekat hidup manusia (MH)

Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstrem. Ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu “mengisi hidup”  dan menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.

  1. Hakekat karya manusia(MK)

Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan/ kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.

  1. Hakekat waktu manusia(WM)

Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda. Ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa depan.

  1. Hakekat alam manusia (MA)

Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau memandaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudayaan yang beranggapan manusia harus harmonis dengan alam dan menyerah kepada alam.

  1. Hakekat hubungan manusia (WN)

Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, ada pula yang berpandangan individualistis.

  1. Perubahan Kebudayaan

Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, tidak ada yang statis. Semua kebudayaan memiliki dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lain.

Terjadinya gerak/ perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :

  1. Sebab sebab yang berasal dari masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
  2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yanghidupnya terbuka, yang berada dalam jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain cenderung lebih cepat berubah.

Perubahan ini selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.

Perubahan social dan perubahan kebudayaan berbeda. Dalam perubahan social terjadi oerubahan struktural dan pola-pola hubungan social, antara lain sistem politik dan kekuasaan, persebaran penduduk, sistem status, dan hubungan dalam keluarga.

Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memperngaruhi sistem sosialnya, termasyk nilai, sikap, dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi bila suatu kelompok manysua dengan budaya tertentu dihadapkan pada unsur-unsur budaya asing yang berbeda, sehingga unsure-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah kedalam budaya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian budaya itu sendiri.

Proses akulturasi terjadi pada masa-masa silam. Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat lainnya dan terjadu hubungan. Pada saat itulang unsure-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Beberapa masalah yang menyangkut proses tasi adalah :

  • Unsur kebudayaan asing mana yang mudah diterima.
  • Unsur kebudayaan asing mana yang sulit diterima.
  • Individu mana yang cepat menerima unsur baru.
  • Ketegangan-ketegangan apa yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.
  1. a.      Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :
  • Unsur kebudayaaan kebendaan, seperti peralatan yang mudah dipakai dan dirasa sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya handuk, alat tulis dll.
  • Unsur yang terbukti membawa manfaat besar, seperti radio, computer, telephone yang berguna sebagai alat komunikasi.
  • Unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur tersebut. Seperti mesin penggiling padi berbiaya murah serta pengetahuan teknis yang sederhana, dapat digunakan untuk melengkapi pabrik penggilingan.
  1. b.      Dan unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima masyarakat misalnya :
  • Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dll.
  • Unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi, seperti makanan pokok contohnya.
  1. c.      Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat menerima unsure-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya, generasi tua dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsure baru. Hal itu disebabkan karena norma-norma yang tradisional sudah mendarah daging dan menjiwai sehingga susah merubah norma-norma yang sudah begitu meresap dalam jiwa generasi tua tersebut. Sebaliknya, belum menetapnya unsure-unsur atau norma-norma tradisional dalam jiwa generasi muda menyebabkan mereka lebih mudah menerima unsure baru yang kemungkinan besar dapat merubah hidup  mereka.
  2. d.      Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada kelompok-kelompok yang sukar atau bahkan tak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Menurut mereka perubahan masyarakat dianggap keadaan kritis yang membahayakan keutuhan masyarakat. Jika mereka golongan kuat maka proses perubahan dapat ditahannya, namun jika lemah mereka hanya bisa menunjukkan sikap yang tidak puas.

Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :

  1. Terbatasnya kontak masyarakat dengan kebudayaan dan orang-orang diluar masyarakat tersebut.
  2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada, maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disensor berlandaskan ajaran agama yang berlaku.
  3. Corak struktur social suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misal system otoriter akan sulit menerima kebudayaan baru.
  4. Suatu unsure kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsure kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsure kebudayaan baru tersebut.
  5. Jika unsur baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
  1. Kaitan Manusia dan Kebudayaan

Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, walau keduanya berbeda tapi merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan kebudayaan mengatur hidup manusia. Manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan karena kebudayaan merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.

Hubungan antara manusia dan kebudayaan dapat disetarakan dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat sebagai dialektis, atau saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini melalui 3 tahap, yaitu :

  1. Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
  2. Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang teroisah dengan manusia dan berhadapan dengan manusia.
  3. Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnyaa bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidpu dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk masyarakat.

Comments (0) Feb 22 2010

Terlalu Cinta by Rossa

Posted: under Lirik lagu.
Tags:

Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi

Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu

Kucoba jalani hari dengan mengganti dirimu

Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu

Mengapa semua ini terjadi kepadaku?

Reff:

Tuhan, maafkan diri ini

Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya

Namun apalah daya ini

Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia

Comments (0) Feb 16 2010

Kamus Cinta

Posted: under Karya asli nih!.
Tags:

Cukup…

Kata yang ditiadakan di kamus manusia-manusia tamak

Cinta…

Kata yang sering disalah-artikan, dikotori dan dikambing hitamkan oleh manusia

Cari…

Kerja yang terlupa oleh manusia, hakikatnya di dunia

Cara…

Tidak dipedulikan lagi maknanya. Tak bisa lagi manusia membedakan hitam dan putihnya

Ceriakan…

Ceria berimbuhan kan. Ibadah yang paling tipis jaraknya dengan dosa…

Cerita…

Semua alur yang termuat sepanjang hidup di dunia…

Comments (0) Feb 15 2010

Selalu begitu di tiap Malam

Posted: under Karya asli nih!.
Tags:

Selalu begitu di tiap malam

Di langit tergantung hanya satu bintang

Ku termenung sendiri di beranda, menatapi

Bercerita, berharap ia mendengar dan mengomentari

Selalu begitu di tiap malam

Menikmati hela angin dari beranda

Bernyanyi senandung sendiri, bergumam-gumam

Seolah diva di megah panggung tak terkira

Akulah duyung yang merindukan lautan

Akulah mata air yang menantikan muara

Siapa yang kunanti, tak jelas pasti

Tapi relung bergeming sepi

Hentikan sepi ini, aku tak tahan!

Selamatkanku dari menara tinggi menjulang!

Siapapun, datanglah dan genggam tanganku!

Keluarkanku dari penjara yang penuh debu!

Selalu begitu di tiap malam

Menantikan secercah keramaian

Menantikan sepercik kesegaran

Atau seseorang yang dapat kusayang

Comments (1) Feb 12 2010

Valentine is Everyday!

Posted: under Curhat Donk!.
Tags:

Why do we have 1 day called Valentine’s Day? Yg ktanya hri cinta?

It doesn’t exist 4 me!

Bukankah cinta itu stiap hari?

Bukankah stiap hari hrus diwarnai dgn cinta?

Klo ada 1 hri khusus untk cinta…trus kmana hari” lain?

Klo mau ksi coklat doank…bukannya tiap hri jg bisa?

Klo gw dkasi coklat pas valentine mlh srem gw, jgn” ni ada apa”nya!

Mksudnya kyk ada udang dibalik batu gtu, ada “makna” tertentu kn dr org yg ngasi coklat itu!

Mnding ngasi coklat pke cra biasa aja “Ni ada coklat! Mw ga lu?” Gw psti akn nerima dngan senang hati!

Tp jgn di wktu valentine ya! Coklat di waktu valentine itu “kberatan arti”! Seolah itu lmbang perasaan yg ksih! Jdi nyeremin!

Iya klo kita suka yg ngasih, klo nggak? Nggak dterima tkutnya nyakitin hti dia…kan srba salah!

Pkoknya, stop valentine!

Comments (0) Feb 12 2010

Lupakan

Posted: under Karya asli nih!.
Tags:

Ingin aku lupakan, namun telingaku masih mencari dengar suaramu

Ingin aku lupakan, namun mataku masih berlari-lari mencari sosokmu

Ingin aku lupakan, namun dalam diam masih kukagumi hangat senyummu

Namun tetap harus kulupakan…

Bagai hakim yang mengetuk palunya…

Bagai helaan nafas terakhir menuju mati…

Atau bagai burung yang mendapat kembali kemerdekaannya…

Kau yang terindah…

Namun yang terindah belum tentu yang terbaik untukku…

Aku tetap harus tutup rasa ini!

Masih panjang jalan yang menanti untuk aku tapaki…

Aku tak bisa lebih lama lagi terhenti menanti…

Kau adalah sebait nama yang terlanjur terukir dalam kenangan

Yang dengan berat hati harus kulupakan

Walau harus kuhancurkan ukiran indah itu sekaligus hatiku…

Namun kuakui, kau adalah cobaan terindah dalam hidupku…

Tuhan, buat aku amnesia seketika…hanya tentangnya…

Comments (0) Feb 08 2010