Manfaat Masalah Dalam Kehidupan
Posted: under Serius Nih!.
Tags: Manfaat Masalah Dalam Hidup
“Mengapa ada derita bila bahagia tercipta? Mengapa ada sang hitam bila putih menyenangkan?” (Berhenti Berharap)
Penggalan lirik lagu Sheila on 7 itu membuat saya sedikit merenung. Mengapa masalah tercipta? Mengapa dalam hidup tidak dipenuhi dengan kebahagiaan saja?
Kadang orang menyesali hidupnya, merasa hidupnya penuh derita lalu iri pada hidup manusia lain yang terlihat lebih beruntung. Tidak jarang mereka merasa putus asa, mengatakan hidup mereka tidak ada artinya karena dipenuhi derita.
Satu pertanyaan lagi untuk saya, “Apa derita dan masalah benar-benar tidak ada artinya (manfaatnya)? Tidak mungkin Tuhan menciptakan sesuatu yang sia-sia bukan?”
Kalau saya telaah dari pengalaman saya, kebanyakan orang yang hidupnya banyak diuji dengan cobaan dan penderitaan, mereka lebih bisa berfikir kritis, bijak, dan cenderung lebih dewasa memandang hidup mereka. Mereka lebih berhati-hati dan sabar, lebih berani, lebih peka pada lingkungan sekitar, pikiran mereka juga lebih tanggap dalam inisiatif. Saya rasa masalah mereka telah mengasah pribadi dan emosi mereka menjadi lebih kaya.
Sebaliknya, kawan-kawan saya yang terbiasa hidup dalam kemudahan dan kesenangan cenderung lebih self-centered, kekanak kanakan, kurang peduli pada sekitar, kurang kreatif dan inisiatif. Mereka pun cenderung kurang sabar, lebih suka mengerjakan sesuatu dengan cara praktis , itu mungkin yang menghambat kreatifitas dan inisiatif mereka. Dalam hal berfikir mereka cenderung lebih lambat, masalah besar mereka biasanya adalah malas, tidak memiliki tekad dan pendirian yang kuat, manja dan kurang berani. Dalam hal emosi, mereka kurang kaya, pribadi mereka kurang berwarna karena dalam bersosialisasi biasanya bahasan mereka terbatas hanya tentang hal yang mereka senangi dan cenderung lebih cuek terhadap orang lain. Kalaupun tidak cuek, mereka pasti ketergantungan terhadap bantuan orang lain, mereka kurang bisa mandiri.
Satu hal menjadi penerang ketika saya baca artikel mengenai manfaat emosi negatif. Emosi negatif disini dapat diartikan sebagai pikiran yang sedang dipenuhi masalah, sedih, emosi, stress, tertekan dan sebagainya. Dalam artikel itu disebutkan suatu lembaga survey melakukan penelitian pada dua orang, yang satu pikirannya sedang kalut dan dipenuhi masalah, satu lagi sedang dalam keadaan senang. Pada mereka berdua dibeberkan sebuah opini. Nyatanya, orang yang sedang dalam keadaan senang dengan mudah mempercayai opini tersebut, sedangkan orang yang pikirannya sedang dipenuhi masalah bisa lebih kritis untuk menyaring opini yang dibeberkan padanya. Ini membuktikan bahwa emosi negatif dapat membuat pemikiran seseorang lebih kritis dan lebih berhati-hati dalam menghadapi suatu hal. Sedangkan orang yang dalam keadaan senang cenderung lengah dan tanpa pertahanan, mereka akan lengah terhadap masalah di sekitar mereka. Orang yang dalam keadaan senang cenderung sibuk dengan dirinya sendiri dan kewaspadaan mereka cenderung rendah.
Sebenarnya anda juga dapat meneliti dari kehidupan anda sendiri. Jika anda dihadapkan pada dua orang yang berbeda, yang satu dibesarkan dalam hidup yang penuh tekanan dan masalah, yang kedua lagi dibesarkan dalam hidup yang penuh kesenangan dan kemudahan. Percayalah, anda pasti akan lebih senang dan nyaman berbicara bersama orang tipe pertama, obrolan dengan mereka akan lebih mendalam, berkesan dan berbobot. Sedangkan dengan orang tipe kedua obrolannya pasti terkesan lebih ringan dan berkisar hanya tentang kesenangan atau sesuatu yang menyenangkan.
Jadi terbukti, setiap masalah yang menimpa hidup anda selama ini sebetulnya hanyalah sebuah proses untuk pembentukan pribadi anda agar lebih bijak dan dewasa. Tidak perlu menyesali setiap masalah yang pernah menimpa kita, walau itu masa-masa kelam yang mungkin menurut anda perlu anda lupakan, karena dibalik itu pasti ada sebuah pelajaran yang bisa anda petik, baik itu sadar atau tidak. Dan diri anda (sadar atau tidak) akan terlatih dengan sendirinya untuk lebih dewasa menghadapi masalah berikutnya.
So…jangan pernah sesali apapun yang pernah terjadi (Kecuali dosa ya, itu sih harus disesali!). Suka duka, bahagia derita, itu semua akan memperkaya pribadi dan emosi kita. Dan itulah yang membuat hidup kita menjadi lebih berwarna.
Comments (2)
Dec 16 2009